Rabu, 29 September 2010

Indonesiamu, Indonesiaku...


Kau memiliki Indonesiamu, dan aku memiliki Indonesiaku.

Milikmu adalah Indonesia politis dengan segala persoalannya.
Milikku adalah Indonesia alami dengan kecantikannya.

Kau memiliki Indonesiamu dengan program dan masalahnya.
Aku memiliki Indonesiaku dengan harapan dan impiannya.

Puaskan dirimu dengan Indonesiamu, seperti aku yang tenang dengan Indonesia yang bebas dalam visiku.

Indonesiamu adalah wilayah; teritorial darat, laut, dan udara.
Indonesiaku adalah kesatuan keindahan yang paripurna, untaian zamrud khatulistiwa, bongkahan surga yang  jatuh ke bumi.

Indonesiamu adalah potensi konflik antar golongan.
Indonesiaku adalah keragaman, kemajemukan dalam harmoni yang damai.

Indonesiamu adalah sekumpulan undang-undang, berkitab-kitab hukum, dan bertumpuk-tumpuk peraturan.
Indonesiaku adalah keramahan, tenggang rasa, saling menghormati dan menghargai.

Indonesiamu adalah ibukota.
Indonesiaku adalah ibu-ibu sejati penuh kasih dan cinta.

Indonesiamu adalah presiden, menteri, gubernur, walikota, dan bupati.
Indonesiaku adalah ulama, ilmuwan, cendekiawan, penyair, seniman, dan budayawan.

Indonesiamu adalah istana, upacara, pidato-pidato, dan konferensi-konferensi.
Indonesiaku adalah pasar rakyat, pasar malam, pembacaan sajak dan puisi, alunan merdu suara hati, dan nyanyian rindu ibu pertiwi.

Indonesiamu adalah tentara, lengkap dengan senjata dan armada perang.
Indonesiaku adalah anak-anak yang bernyanyi riang, bermain, tertawa, bersenda gurau; bayi-bayi yang menyusu ibunya dalam kelembutan, dan terlelap dalam  kedamaian.

Indonesiamu adalah demokrasi, demonstrasi, kampanye, pemilu, dan manipulasi.
Indonesiaku adalah moralitas, etika, kebudayaan, adat istiadat, dan nasihat.

Indonesiamu adalah kumpulan politisi, partai-partai, dan koalisi.
Indonesiaku adalah para ayah yang bekerja di ladang, membajak sawah, berlayar menjaring ikan di laut; pemuda-pemuda yang giat belajar dan berkarya; yang menyanyikan lagu kehidupan, yang menggambar lukisan keindahan.

Indonesiamu adalah gedung-gedung tinggi menjulang, menara-menara angkuh pencakar langit.
Indonesiaku adalah keharuman melati, sekuntum mawar merah yang baru mekar, anggrek yang memesona, keanggunan bunga-bunga lily.

Indonesiamu adalah deru bising mesin-mesin pabrik.
Indonesiaku adaah kicauan burung-burung, aungan singa-singa penguasa hutan, kokok ayam jantan di kala fajar.

Indonesiamu adalah yang buminya kau nodai, yang kau keruk isinya hingga merintih.
Indonesiaku adalah barisan bukit-bukit dan gunung-gunung yang berdiri tegak menuju langit biru, hamparan padang ilalang, kebun-kebun, dan sawah yang hijau; sungai yang mengalir tenang ke lautan; pepohonan yang angin menggoyang-goyangkan dahan dan rantingnya, yang tiupannya menggugurkan daun-daun tua ke tanah.

Indonesiamu adalah yang lautnya kau kotori, yang kau serap sarinya lantas kau cemari.
Indonesiaku adalah samudera biru nan cantik, yang ombaknya bergelora, dengan terumbu karang yang eksotis, dengan ikan-ikan yang bebas berenang kesana-kemari.

Indonesiamu adalah rupiah.
Indonesiaku tak ternilai harganya.

Indonesiamu adalah yang kau peringati setahun sekali.
Indonesiaku adalah yang selalu kucintai, kukagumi terus sepanjang hari, sampai mati.

Indonesiamu adalah musim kemarau yang terik menyengat.
Indonesiaku adalah musim penghujan yang menyejukkan.

Indonesiamu adalah ambisi, kekuasaan, dan nafsu duniawi.
Indonesiaku adalah hasrat, cinta, dan mimpi-mimpi.

Kau memiliki Indonesiamu dan aku dengan Indonesiaku.
Indonesiamu adalah Indonesiamu, Indonesiaku adalah Indonesiaku.



inspired by "You Have Your Lebanon I Have Mine" Kahlil Gibran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar