part II
ini sebuah cerita
dari sebuah negara
bernama indonesia
di indonesia
hampir semua ada jokinya
pacuan kuda ada jokinya
mau ujian ada jokinya
lewat 3-in-1 ada jokinya
bahkan masuk penjara pun ada jokinya
di indonesia
koruptor seperti raja
hukuman ringan, dapat remisi pula
keluar masuk tahanan biasa
bisa plesiran, dalam atau luar negeri bisa saja
bahkan dilantik jadi walikota pun bisa
di indonesia
orang miskin dilarang sakit
orang miskin dilarang sekolah
dan sekarang
orang miskin dilarang makan sambal
aparat seperti keparat
pejabat seperti bejat
presiden seperti sinden
part I
ini sebuah cerita
dari sebuah negara
bernama indonesia
di saat rakyatnya menderita
pejababatnya hidup bergelimang harta
para menterinya dapat mobil mewah
saat rakyatnya terpincang-pincang mencari nafkah
korupsi dan narkoba
katanya musuh bangsa
tapi apa upaya untuk menumpasnya
hanya retorika
pelakunya justeru dimanja
penjaranya bagaikan istana
mereka terpidana tapi diperlakukan seperti raja
dingin dan kotornya lantai penjara tak sampai ke tubuhnya
karena selnya bagai hotel bintang lima
tak perlu susah tidur, karena kasur empuk spring-bed tersedia
tak perlu gerah kepanasan, karena hembusan dingin AC siap kapan saja
jika bosan, maka bernyanyilah
bersuka cita, riang gembira
karena ruang karaoke dengan set sistem audio juga ada
kalau ingin memanjakan diri, perawatan kecantikan juga bisa
wahai penguasa
engkau memang punya mata, tapi 'buta'
engkau memang punya telinga, tapi 'tuli'
engkau memang punya otak, tapi 'dungu'
jika kau tetap diam saja, apakah masih layak bahwa kau bukanlah manusia yang 'hina' ?
part II : januari 2011
terinspirasi joki tukar tahanan, terdakwa korupsi yang dilantik jadi walikota, plesiran gayus, harga cabe menggila.
part I : januari 2010
terinspirasi mobil mewah menteri baru, penjara mewah ayin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar